oleh

Anggota DPR RI Johan Rosihan: Silahkan Rubah UUD 45 Tetapi Tidak Boleh Merubah Pembukaan UUD 45 Karena Ada Pancasila Dan Itu Sudah Menjadi Konsensus Dalam Mendirikan Negara Indonesia.

Jakarta 10/8/2020 Anggot DPR RI dari Partai PKS tentang rancangan yang awalnya membangkitkan sejarah yang ditolak benar soekarno dan melahirkan pancasila pada tgl 29 mei beliau mengeluarkan pidato dan bahwa disitu dikeluarkan nya Pancasila yang kemudian bisa di peras jadi tri sila dan di peras lagi menjadi eka sila tetapi pidato Bung Karno tidak menjadi satu kesimpulan, bahwa semua orang berpidato Soekarno berpidato, Muhammad Yamin berpidato , karena memang agenda nya adalah mencari dasar indonesia merdeka , tetapi tidak boleh satu orang berpidato kita anggap itu rumusan pancasila pada pidato soekarno,”Ujarnya Johan Rosihan

Pidato yang menjadi kesimpulan rapat dan kesimpulan rapat tgl 22 juni yg kita kenal istilah piagam jakarta, piagam jakarta waktu itu menjadi kesimpulan dan berproses lagi dengan adanya tekanan dari jepaang dengan adanya aspirasi dari masyarakat indonesia bagian timur,”Tambah Johan Rosihan

Yang disepakati sebagai pembukaan UUD 45 itulah kesmpulan yang kemudian kita pakai sehingga dalam semua perdebatan atau setiap diskusi setiap pancasila ketika bicara kembali ke pancasila yang murni dan konsekuen itu pasti kembali ke UUD 45 karenanya kesimpulannya adalah pembukaan UUD 45 dan tidak boleh di ganggu gugat silahkan rubah UUD 45 tetapi tidak boleh merubah pembukaan UUD kenapa, karena ada pancasila disitu dan itu sudah menjadi konsensus dalam mendirikan Negara Indonesia.

Karenanya yang namanya konsensus sudah jangan di ganggu gugat itu sama hal nya seperti kita mengutak-atik yang sebener nya sudah selesai karena dalam setiap kita berepisode kita bernegara ini kan buka pertama kalinya dan selalu gagal ketika kita berbicara tentang materi itu.

Jadi kita fokus saja menangani covid-19 ini apalagi kita mau masuk resesi segala macam dan masih banyak hal lain yg lebih penting soal dasar negara kita sudah selesai, sekarang kalau kita bisa baca tentang RUU HIP itu kita tidak berbicara tentang Pancasila lagi, Pancasila yang mana dan yang harus saling terbuka jangan kita berlindung kepada istilah pancasila, pancasila yang mana dan setelah kita buka ternyata pancasila yang di maksud di RUU HIP itu bukan pancasila pembukaan UUD 45,”Tutup Johan Rosihan

News Feed