oleh

Bikin Bangga! Wijaya Karya (WIKA) Punya Portofolio di 11 Negara

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA bakal terus menambah portofolio proyek di luar negeri setelah dalam 13 tahun mampu mengembangkan ekspansi ke sebelas negara. Portofolio proyek yang dikerjakan WIKA tersebar di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika.

Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan portofolio yang luas di tingkat domestik serta dukungan dari semua lini bisnis yang memungkinkan perseroan menawarkan jasa konstruksi secara lebih lengkap di pasar internasional.

Dia mengatakan perseroan berani masuk ke dalam proyek-proyek strategis dengan tingkat kesulitan cukup tinggi. Di sektor infrastruktur misalnya, emiten berkode saham WIKA itu mengambil peran dominan dalam pembangunan MRT Jakarta dan LRT Kelapa Gading – Velodrome.

“WIKA bertindak sebagai satu-satunya kontraktor Indonesia yang mengerjakan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang juga akan menjadi yang pertama hadir di Indonesia bahkan Asean,”Ujarnya melalui siaran pers, Rabu (12/8/2020

Agung mengklaim perseroan berusaha optimal untuk melakukan transfer knowledge dan transfer teknologi dalam setiap pembangunan proyek yang melibatkan kontraktor internasional. Dengan demikian, kompetensi WIKA semakin meningkat dan dipercaya para kontraktor global dalam pengembangan bisnis di luar negeri.

Adapun, WIKA tengah mengerjakan sejumlah proyek di luar negeri. Beberapa di antaranya pekerjaan Istana Kepresidenan di Republik Niger, Sanying Metro Line di Taiwan, Limbang Cable Stay Bridge di Malaysia, Clarin Bridge di Filipina, Yangon Railway Upgrading dan Yangon Mandalay Circular Improvement di Myanmar, dan Soibada Bridge di Timor Leste.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Wijaya mengatakan tengah aktif mengikuti tender proyek baik di dalam maupun luar negeri. Perseroan menurutnya membidik proyek senilai Rp15 triliun di dalam negeri yang berasal dari beberapa sektor yakni infrastruktur, energi, pabrik pengolahan, dan gedung.

Di sisi lain, Mahendra menyebut perseroan juga mengejar proyek di luar negeri. WIKA menurutnya tengah membidik sejumlah pekerjaan dengan total nilai kontrak sekitar Rp2 triliun.WIKA melaporkan perolehan kontrak baru perseroan senilai Rp3,42 triliun per Juni 2020. Total orderbook atau kontrak dihadapi senilai Rp79,46 triliun. (fins)

News Feed