oleh

Tim Kuasa Hukum Irjen Napoleon Bonaparte Bukti Saksi Meringankan Terdakwa

Jakarta 30/11/2020 Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal atau Irjen Napoleon Bonaparte merasa dizalimi di Kasus Djoko Tjandra. Hal itu disampaikan saat sidang pembacaan eksepsi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini.dengan saksi saksi sebanyak 4 orang yang berprofesi sebagai supir dan ajudan.

Saya merasa dizalimi melalui teks oleh pemberitaan-pemberitaan statemen pejabat negara yang salah tentang tuduhan menghapus red notice,”Ujar Napoleon seusai pembacaan eksepsi, Senin, 30 November 2020.di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Napoleon berkata sudah lama ingin menyampaikan pembelaan tersebut, bahkan sejak Juli 2020, yaitu ketika dirinya dicopot dari jabatannya sebagai kepala divisi. Dia mengatakan saat itu tak menyampaikan tanggapan karena khawatir hanya akan dianggap membela diri.

Sidang perkara dugaan suap terkait penghapusan nama terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra dalam red notice interpol dengan terdakwa mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri, Irjen Napoleon Bonaparte akan dilanjutkan pada 7 Desember 2020.

Menanggapi hal tersebut, penasihat hukum Napoleon menyampaikan menerima putusan sela tersebut dan meminta agar sidang segera dilanjutkan ke pemeriksaan pokok perkara.

“Terima kasih, sehubungan dengan putusan sela mohon dilanjutkan pokok perkara pemeriksaan untuk selanjutnya akan kami ajukan nota keberatan secara sekaligus,” ujar penasihat hukum Napoleon, Sastrawan. (fins)

News Feed